Detail Cantuman Kembali

XML

pengaruh sudut kemiringan poros (shaft angle) pada kapal ikan tradisional KM. maju asean terhadap daya dorong dan olah gerak kapal


Nelayan Indonesia dalam kegiatan menangkap ikan mayoritas menggunakan kapal ikan tipe tradisional. Desain kapal tradisional biasanya tidak ada perencanaan dan perhitungan desain pada bagian propulsi kapal. Kecepatan kapal akan sangat dipengaruhi oleh kondisi dan performa dari penempatan poros propeller-nya.. Adanya perubahan sudut poros propeller (shaft angle) pada KM. Maju Asean sebesar 13 deg menyebabkan terjadinya penurunan daya dorong yang dihasilkan. Untuk menperoleh daya dorong yang maksimal dan tahanan kapal yang minimum serta kondisi olah gerak kapal. Dalam pemecahan persoalan analisis simulasi mengunakan Ansys CFD untuk mengetahui pola aliran fluida dan mengetahui olah gerak kapal juga perhitungan THP diselesaikan dengan menerapkan metode Harvald. Dengan pendekatan dalam metode Harvald akan dipakai, yaitu menggunakan perhitungan tahanan kapal dengan pendekatan besarnya gaya dorong, daya dorong, dan olah gerak. Dari penelitian ini didapatkan hasil nilai daya dorong paling optimal sebesar 0,1840016336 kW pada model ke 1 (0 deg) dan didapatkan kondisi olah gerak dengan kriteria kelayakan kapal untuk berlayar pada model 2 dengan sudut kemiringan poros sebesar 5 deg.
622.21.16 Muh p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2021
Surabaya
xvi, 73 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...